JellyPages.com

Sabtu, 26 Mei 2012

Bab 8. Struktur Produksi, Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan


Distribusi Pendapatan Nasional & Kemiskinan

I.  DISTRIBUSI PENDAPATAN

Distribusi pendapatan adalah konsep yang lebih luas dibandingkan kemiskinan karenacakupannya tidak hanya menganalisa populasi yang berada dibawah garis kemiskinan.
Masalah utama dalam distribusi pendapatan sebuah daerah adalah ketidakmerataan pendapatan antar kelompok masyarakat dalam daerah tersebut, oleh karenanya sering juga disebut tingkat ketidakmerataan atau kesenjangan (inequality). Ketidakmerataandistribusi pendapatan tersebut diakibatkan banyak hal terutama :
    1.     Perbedaan dalam hal kepemilikan faktor-faktor produksi terutama 
      stok modal(capital stock) antar kelompok masyarakat.
    2.    Ketidaksempurnaan Mekanisme Pasar (Market Failure) yang menyebabkan
        tidak terjadinya mekanisme persaingan sempurna.

II.         KEMISKINAN

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.

Masalah kemiskinan merupakan dilema bagi Indonesia, terutama melihat kenyataan bahwa laju pengurangan jumlah orang miskin berdasarkan garis kemiskinan yang berlaku jauh lebih lambat dari pada lajupertumbuhan ekonomi dalam kurun waktu sejak pelita I dimulai hingga saat ini (Repelita VI). Karena kemiskinan merupakan salah satu masalah ekonomi Indonesia yang serius maka tidak mengherankan kalau banya studi telah dilakukan mengenai kemiskinan tanah air. Sayangnya, pendekatan yang dipakai antarstudi yang ada pada umumnya berbeda dan batas miskin yang digunakan juga beragam sehingga hasil atau gambaran mengenai kemiskinan di Indonesia juga berbeda. Kemiskinan relatif dapat diukur dengan kurva Lorentz dan atau koefesien gini. Sedangkan kemiskinan absolute lebih sulit untuk di ukur, terutama pada waktu membandingkan tingkat kemiskinan antarpropinsi atau daerah.

1.  Penyebab kemiskinan
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:
  1. penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin;
  2. penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
  3. penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;
  4. penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi;
  5. penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.
      2.    Ukuran Kemiskinan
a.    Kemiskinan Absolut
Seseorang termasuk golongan miskin absolutapabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan, tidak cukup untak memenuhikebutuhan hidup minimum: pangan, sandang, kesehatan, papan, pendidikan.

b.    Kemiskinan Relatif
Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya.



sumber:

Selasa, 15 Mei 2012

Bab.7 Struktur Produksi, Distribusi pendapatan Dan Kemiskinan

        A.    Struktur Produksi
Struktur produksi adalah logika proses produksi, yang menyatakan hubungan antara beberapa pekerjaan pembuatan komponen sampai menjadi produk akhir, yang biasanya ditunjukkan dengan menggunakan skema. Struktur produksi nasional dapat dilihat menurut lapangan usaha dan hasil produksi kegiatan ekonomi nasional. Berdasarkan lapangan usaha struktur produksi nasional terdiri dari sebelas lapangan usaha dan berdasarkan hasil produksi nasional terdiri dari 3 sektor, yakni sektor primer, sekunder, dan tersier. Sejalan dengan perkembangan pembangunan ekonomi struktur produksi suatu perekonomian cenderung mengalami perubahan dari dominasi sektor primer menuju dominasi sektor sekunder dan tersier. 

Perubahan struktur produksi dapat terjadi karena :
Sifat manusia dalam perilaku konsumsinya yang cenderung berubah dari konsumsi barang barang pertanian menuju konsumsi lebih banyak barang-barang industri Perubahan teknologi yang terus-menerus, dan Semakin meningkatnya keuntungan komparatif dalam memproduksi barang-barang industri. Struktur produksi nasional pada awal tahun pembangunan jangka panjang ditandai oleh peranan sektor primer, tersier, dan industri. Sejalan dengan semakin meningkatnya proses pembangunan ekonomi maka pada akhir Pelita V atau kedua, struktur produksi nasional telah bergeser dari dominasi sektor primer menuju sektor sekunder.
 Manfaat GDB :
 1)      Dapat mengetahui dengan segera apakah perekonomian mengalami pertumbuhan atau tidak.
 2)      Menghitung perubahan harga.      
 Keterbatasan GDB  :
 1)      Perhitungan GDB dan analisis kemakmuran.
 2)      Perhitungan dan masalah kesejahteraan.
 3)      GDB perkapita dan masalah produksi.   

        B.  Pendapatan Nasional            
Salah satu indikator terpenting dalam perekonomian suatu negara yaitu Pendapatan Nasional. Pendapatan Nasional yaitu jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun. Pendekatan Nasional sering dipergunakan sebagai indikator ekonomi dalam hal :
1. Menentukan laju tingkat pertumbuhan perekonomian suatu Negara
2. Mengukur keberhasilan suatu Negara dalam mencapai tujuan pembangunan ekonominya
3. Membandingkan tingkat kesejahteraan masyarakat suatu Negara dengan Negara lainnya.

Konsep Perhitungan Pendapatan Nasional
*Menghitung Pendapatan Nasional Indonesia dengan Pendekatan Produksi (GDP)
GDP (Gross Domestic Product) adalah jumlah nilai seluruh barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam periode tertentu atau satu tahun termasuk  barang dan jasa yang diproduksi oleh perusahaan milik penduduk negara tsb. Dan oleh penduduk negara lain yang tinggal di negara bersangkutan. Yang perlu diingat adalah jangan sampai terjadi perhitungan ganda yang dapat menyebabkan pendapatan nasional (GDP) Indonesia tampak besar. Untuk menghindari kesalahan perhitungan ganda tersebut dapat digunakan salah satu dari dua cara dibawah ini :
a. GDP dihitung hanya dari nilai akhir dari suatu produk saja.
b. Menjumlahkan nilai tambah dari masing-masing komoditi yang dihasilkan oleh masing-masing produsen,
    sehingga Pendapatan Nasional (GDP) dengan cara ini akan menghasilkan jumlah yang sama.

*Menghitung Pendapatan Nasional Indonesia dengan Pendekatan Pengeluaran (GNP)
GNP (Gross National Product) adalah pendapatan nasional yang nilainya diperoleh dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh semua pelaku/sektor ekonomi di Indonesia, yang berwarga negara Indonesia, dalam kurun waktu tertentu. Ilustrasi perhitungannya adalah :
Pengeluaran dari sektor rumah tangga (untuk kosumsi) + Pengeluaran dari sektor swasta (untuk investasi) + Pengeluaran pemerintah + Sektor luar negeri/Ekport Netto = Pendapatan Nasional (GNP)

*Menghitung Pendapatan Nasional Indonesia dengan Pendekatan Pendapatan (NI)
NI (National Income) adalah pendapatan nasional yang nilainya diperoleh dengan cara menjumlahkan semua hasil/pendapatan yang diperoleh oleh semua pelaku/sektor ekonomi di Indonesia dalam kurun waktu tertentu. 

*Pendapatan nasional yang siap dibelanjakan ( Y disposible)
Pendapatan Nasional (Y) disposible adalah pendapatan nasional yang telah siap untuk dibelanjakan. Nilai Y disposible ini berasal dari NI setelah ditambah dengan pengeluaran pemerintah berupa transfer/subsidi dan kemudian dikurangi dengan pajak langsung yang ditetapkan pemerintah. 
a.Y Pribadi Pendapatan nasional pribadi adalah pendapata nasional disposible yang sudah dikurangi dengan pajak pribadi. 

* Pendapatan Nasional Per Kapita
Pendapatan perkapita ini didapatkan dengan membagi pendapatan nasional (GNP atau GDP) dengan jumlah penduduk di suatu negara (Indonesia)

Sumber :
http://irsyadrastafara.blogspot.com/2012/04/struktur-produksi-distribusi-pendapatan.html http://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_nasional -matakuliah.files.wordpress.com/2007/09/kemiskinan.pdf http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/struktur-produksi-2/ http://google.com
Prasetyo.Agung,S.Pd,EKONOMI SMA KELAS X,Kresna,Klaten