JellyPages.com
Tampilkan postingan dengan label tugas individu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas individu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Desember 2011

Permintaan dan Penawaran


A.      PERMINTAAN.
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu.
Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang tidak menemukan hasil. Permintaan disini digolongkan menjadi beberapa yaitu:

a. Permintaan dilihat dari daya beli konsumen ada 3 yaitu:

• permintaan efektif
permintaan konsumen terhadap barang dan jasa yang disertai dengan daya beli.

• Permintaan Absoulut
Permintaan yang tidak didukung oleh daya beli namun Cuma oleh angan-angan.

• Permintaan Potensial
Permintaan yang akan diwujudkan dengan sejumlah uang yang dimiliki. Sebagai contoh seorang ibu yang hanya mempunyai uang 15.000. dia ingin membelikan baju bagi anaknya yang berumur 6 tahun jadi ibu itu mencari baju yang seharga sesuai dengan uang yang dia miliki.

b. Permintaan dari segi pendapatan.

• Permintaan konsumen adalah permintaan seluruh anggota masyarakat akan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup.contohnya adalah membeli makanan.

• Permintaan Pengusaha adalah permintaan akan faktor-faktor produksi untuk membuat barang atau jasa. Contohnya suatu perusahaan roti membeli tepung untuk membuat roti.

• Permintaan Pemerintah adalah permintaan oleh pemerintah untuk pengeluaran belanja pemerintah.

• Permintaan luar negeri adalah permintaan barang dan jasa yang datang dari luar negeri contohnya adalah barang-barang ekspor.

c. Permintaan dilihat dari jumlah pemintanya.
Permintaan Individu adalah permintaan yang datang dari seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Permintaan individu ditentukan oleh hal-hal berikut :

• Harga
Harga merupakan faktor utama yang mempengaruhi seseorang dalam membeli suatu
produk.jika harga produk itu semangkin meningkat maka konsumen tersebut akan berusaha mengurangi pembelian produk.

• Pendapatan
Jika pendapatan meningkat biasanya permintaan juga meningkat, tapi jika seseorang mempunyai pendapatan yang menurun atau bahkan dikeluarkan dari pekerjaan dan tidak mempunyai pendapatan maka kita akan mengurangi permintaan kita.

• Jika barang lain yang berkaitan.
Jika barang lain yang berkaitan mengalami penurunan maka orang akan memilih barang tersebut daripada barang ayang akan dibeli. Sebagai contoh harga the mengalami penurunan maka orang akan memilih membeli the daripada membeli kopi yang biasa diminum.

• Selera
Jika seorang siswa menyukai pentol goreng, maka dia akan membeli pentol goreng dalam porsi yang cukup banyak daripada membeli manisan.

• Ekspetasi
Ekspetasi sangat berpengaruh pada niat seseorang untuk membeli suatu barang atau jasa sebagai contoh adalah jika anda memperkirakan bahwa harga suatu baju akan mengalami diskon besar-besaran pada akhir tahun maka anda tidak berminat untuk membeli baju sekarang.

d. Permintaan Pasar adalah permintaan yang dimiliki oleh masyarakat dalam waktu yang sama

A.      HUKUM PERMINTAAN
Hukum permintaan menyatakan bahwa:

“ makin rendah harga suatu barang maka semangkin banyak permintaan tersebut. Sebaliknya, makin tinggi harga suatu barang maka makin sedikit permintaan terhadap barang tersebut.”

hukum itu berlaku bila keadaan lain cateris paribus atau tidak berubah.

Hukum permintaan berlaku apabila faktor-faktor lain selain harga adalah cateris paribus (tetap tidak berubah). Adapun factor-faktor lain yang membentuk keadaan ceteris paribus terutama adalah:
• tingkat penghasilan para konsumen
• Jumlah konsumen dipasar
• Selera atau preferensi konsumen
• Harga barang-barang lain yang berkaitan
• Kegunaan barang
• Motif pembelian tidak didasarkan atas prestise/harga diri.

Jadi hukum permintaan berlakunya tidak mutlak seperti dalam ilmu fisika melainkan hanya merupakan tendens saja yaitu suatu kecendrungan yang hendak berjalan terus namun belum dapat dipastikan kebenarannya.

C.  PERUBAHAN PERMINTAAN .
Permintaan seseorang atau suatu masyarakat kepada sesuatu barang ditentukan oleh banyak factor. Di antara factor –faktor tersebut yang terpenting dalam perubahan permintaan adalah:
a. Harga barang itu sendiri
Jika barang tersebut mengalami kenaikan harga yang lebih dari setengah harga yang semula maka konsumen akan melakukan pemikiran ulang untuk mengkonsumsi barang tersebut.

b. Harga barang yang berkaitan
Kaitan suatu barang tertentu dengan barang lainnya bias secara substitusi atau komplomen. Contoh : Jika Pilot dapat digantikan dengan standler , maka bila harga pilot mengalami kenaikan maka konsumen akan lebih memilih bolpoint standler yang mempunyai harga tetap dan lebih murah.

c. Perubahan Selera
Perubahan selera sangat mempengaruhi terhadap keinginan konsumen untuk membeli suatu barang. Pada tahun 1960-1n orang sangat jarang bahkan dikatakan tidak ada yang memakai mobil buatan jepang. Tetapi pada tahun 1970-an suasananya sudah berubah banyak sekali orang yang menggunakan mobil buatan Jepang karena selera mereka telah berubah

d. Pendapatan
Semangkin menurun pendapatan seseorang maka semangkin sedikit jumlah permintaan. Sebagai contoh ketika pendapatan seorang konsumen naik dan harga suatu barang tetap maka konsumen akan membeli barang dengan stok jumlah yang semangkin banyak dari bisanya.

e. Jumlah Penduduk pertumbuhan penduduk
Jumlah pertumbuhan penduduk tidak dengan sendirinya menyebabkan pertambahan permintaan. Tetapi biasanya pertambahan penduduk diikuti oleh perkembangan dalam kesempatan kerja. Dengan demikian lebih banyak orang yang menerima pendapatan dan ini menambah daya beli dalam masyarakat. Pertambahan daya beli ini menambah permintaan.

D.  PENAWARAN.
Penawaran adalah sejumlah barang yang ditawarkan untuk dijual pada berbagai tingkat harga dalam suatu pasar pada waktu tertentu.

Dalam melakukan penawaran, penawaran dapat digolongkan menjadi dua yaitu
• Penawaran Individu
Penawaran Individu adalah penawaran yang dimiliki oleh seorang Penguasa
• Penawaran besar/Kolektif
Penawaran yang terdapat pada pasar

E. HUKUM PENAWARAN
Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa:

“ makin tinggi harga sesuatu barang, semakin banyak pula jumlah barang tersebut akan ditawarakan oleh para penjual. Sebaliknya makin rendah harga barang maka akan semangkin sedikit jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual.”

Hukum penawaran berlaku apabila factor-faktor lain selain harga adalah cateris paribus. Adapun factor yang lain yang membentuk cateris paribus adalah:
• Tekhnologi yang digunakan adalah tetap.
• Penjual tidak memerlukan harga tunai.
• Penjual tidak akan kuatir jika suatu saat harga barang akan turun.
• Jumlah pedagang dan produsen tetap.

F. PERUBAHAN PENAWARAN
Keinginan penjual untuk menawarkan barangnya pada berbagai tingkat harga yang ditentukan oleh berbagai faktor yaitu:
a. Tekhnologi Produksi
Tekhnologi yang digunakan dalam produksi semula dimaksudkan agar terjadi efisiensi dalam produksi. Artinya semangkin modern tekhnologi yang digunakan baik kualitas maupun kuantitas produksi semangkin meningkat dengan biaya produksi yang semangkin ditekan.

b. Harapan masa yang akan datang
Ketika produsen mempunyai pikiran bahwa barang yang diproduksinya mulai langka maka tindakan produsen adalah menimbun barang tersebut sampai pada suatu saat akan mendapatkan laba yang besar. Sebagai contoh penjual minyak yang mulai merasa bahwa minyak merupakan hal yang langka jadi banyak penjual yang menimbun minyak dan menjualnya dengan harga yang mahal karena kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak. Tapi perbuatan seperti ini dilarang karena sama dengan penimbunan barang yang nantinya dapat merugikan masyarakat sekitar.

c. Harga-harga faktor produksi
Biaya produksi menentukan harga pokok suatu barang, dengan demikian jika biaya produksi berubah maka produsen akan mengurangi jumlah penawaran. Tapi jika biaya produksi semangkin rendah maka banyak sekali jumlah barang dan jasa yang akan ditawarkan oleh para penjual.

Sabtu, 29 Oktober 2011

AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN

Pengertian dan Fungsi Akuntansi
Akuntansi adalah sistem informasi yang memberikan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam bidang ekonomi dan sebagai proses pengidentifikasian,pencatatan, dan pelaporan informasi ekonomi. Fungsi dari akuntansi itu sendiri adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan suatu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya.
Pihak-pihak yang Berkepentingan
Pihak-pihak yang berkepentingan dalam akuntansi dibagi menjadi dua, yaitu eksternal dan internal :
Eksternal berkepentingan dengan
¨       Kinerja keuangan secara keseluruhan
¨       likuiditas
¨       profitabilitas
¨       pertanggungjawaban keuangan
Internal berkepentingan dengan
¨      perencanaan
¨      pengkoordinasian
¨      pengarahan
¨      pengevaluasian kinerja internal
¨      pengendalian
Pemakai Informasi Akuntansi antara lain:
Pemakai Eksternal       :
investor,Kreditor,customer/pelanggan,pemerintah,lembaga pendidikan,masyarakat umum
Pemakai Internal         :
manajemen puncak,manajer divisi,staf akuntansi,karyawan


Prinsip Akuntansi
Prinsip akuntansi merupakan dasar atau petunjuk bagi seseorang yang sedang melakukan kegiatan di bidang akuntansi, Prinsip akuntansi memegang peranan yang penting dalam pelaksanaan fungsi akuntansi yaitu sebagai penyedia akuntansi keuangan suatu perusahaan, sehingga dengan menggunakan prinsip akuntansi maka pencatatan dan penilaian harta, hutang, modal, penghasilan dan biaya-biaya yang terjadi benar-benar mencerminkan kelayakan.
Prinsip akuntansi terdapat dua pendapat diantaranya:
Menurut Zaki Baridwan (1997 : 9) menyatakan bahwa konsep dasar yang mendasari prinsip akuntansi adalah sebagai berikut:
1.      Prinsip biaya historis (Historical Cost Principle).
Prinsip ini menghendaki digunakannya harga perolehan dalam mencatat aktiva, utang, modal dan biaya. Sebagai contoh kita membeli sebuah barang awalnya harga tersebut 1.000.000, setelah melawati tahap penawaran, harga barang tersebut menjadi 800.000, dari kondisi tersebut yang menjadi harga perolehan barang itu adalah 800.000, sehingga pada waktu pencatatan kita yang muncul adalah 800.000.
2.      Prinsip pengakuan pendapatan (Revenue Recognition Principle).
Pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode tertentu.
Dasar yang digunakan untuk mengukur besarnya pendapatan adalah jumlah kas yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak tersebut.

3.      Prinsip mempertemukan (Matching Principle).
Prinsip ini biasanya diterapkan saat kita membuat jurnal penyesuaian. Dengan adanya prinsip ini kita harus menghitung berapa besarnya biaya yang sudah benar-benar menjadi beban kita meskipun belum dikeluarkan, dan berapa besarnya pendapatan yang sudah benar-benar menjadi hak kita meskipun belum kita terima selama periode berjalan.

4.      Prinsip konsistensi (Consistency Principle).
Metode dan prosedur-prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun. Konsistensi tidak dimaksudkan sebagai larangan penggantian metode, jadi masih dimungkinkan untuk mengadakan perubahan metode yang dipakai.

5.      Prinsip pengungkapan lengkap (Full Disclousure Principle).
Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah menyajikan informasi yang lengkap dalam laporan keuangan. Hal ini diperlukan karena melalui laporan keuanganlah kita dapat mengetahui kondisi suatu perusahaan dan mengambil keputusan atas perusahaan tersebut dan tidak menyesatkan para pemakainya.



Menurut Niswonger dan Fess (1996 : 349-353) prinsip-prinsip akuntansi yang paling penting dan secara luas digunakan adalah sebagai berikut :
1. Kesatuan usaha (Bussines entity).
2. Perusahaan berjalan (Going Concern).
3. Bukti yang obyektif (Objective evidence).
4. Unit pengukuran (unit of measurement).
5. Periode akuntansi (Accounting Period).
6. Penandingan pendapatan dengan beban (Matching Revenue and expired Cost).
7. Konsistensi (Consistency).
8. Materialitas (Materiality).
9. Konsevatisme (Consevatisme).

Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan adalah laporan yang disiapkan setelah data transaksi dicatat ke dalam jurnal dan di posting ke dalam buku besar (ledger). Laporan keuangan disiapkan untuk memberi informasi yang berguna bagi para pemakai laporan (users), terutama sebagai dasar pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan suatu saat nanti. Selain itu laporan keuangan merupakan produk akhir dari serangkaian proses pencatatan dan pengikhtisaran data transaksi bisnis.

LAPORAN KEUANGAN TERDIRI ATAS 4 MACAM:
- Neraca
- Laporan Rugi/Laba
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Modal

NERACA adalah sebuah laporan yang menunjukan keadaan posisi keuanga sebuah perusahaan pada suatu saat.

Isi neraca terdiri dari :
Aktiva :
- Aktiva Lancar
- Aktiva Tetap
- Aktiva Lain-lain

PASIVA :
- Hutang lancar
- Hutang jangka panjang
- Modal
Laporan Rugi / Laba
Adalah laporan yang menunjukkan informasi, tentang penghasilan dan biaya dari
sebuah perusahaan.
Laporan Arus Kas
Adalah laporan yang memberikan informasi kas,baik sumber maupun penggunaan
kas selama periode akuntansi.
Laporan Perubahan Modal
Adalah laporan yang memberikan informasi tentang Modal awal,perubahannya
dan modal akhir selama periode akuntansi.

sumber:
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/economics/management-s1/pengantar-bisnis/akuntansi-laporan-keuangan
Hery, S.E., 225 SOAL-JAWAB AKUNTANSI DASAR.Grasindo