JellyPages.com

Rabu, 23 Januari 2013

Grand Strategi Koperasi ke Depannya Dalam Menghadapi Peluang Bisnis




Koperasi sebagai badan usaha non-profit sejak awal harus mempersiapkan strategi usaha yang tidak hanya berorientasi pada memaksimalkan pelayanan dan kemakmuran secara merata bagi anggotanya saja tetapi koperasi juga harus mulai menata usahanya baik dalam hal infrastruktur keuangan,efisiensi,pembangunan akses pasar baru, berinovasi serta penataan terhadap investasi (modal pinjaman dari lembaga lain) yang memberikan nilai tambah kegunaan yang lebih tinggi.

Koperasi harus mampu menggerakan marketing synergy untuk meningkatkan produktivitas dan membuka bidang usaha strategi yang memiliki asas manfaat lebih tinggi untuk kebutuhan anggota dan masyarakat. Disinilah dituntut kejelian pengurus koperasi untuk menetapkan bentuk usaha yang mampu mengakomodir berbagai potensi partisipasi yang diberikan anggotanya. Hanya koperasi yang mampu mensinergikan kemampuannya dengan tuntutan kebutuhan masyarakatlah yang akan eksis dalam persaingan kapitalisme global. Sebagai contoh, koperasi harus mulai menata orientasi usaha dan memaksimalkan potensi setiap bidang usahanya menjadi bentuk koperasi yang akomodif dan mampu mengakomodir setiap peluang usaha ke dalam sub-sub koperasi yang telah terbentuk. Misalkan dengan mengoptimalkan setiap bangunan koperasi yang sudah ada, baik koperasi pembelian,koperasi pemasaran,koperasi konsumen dan koperasi produsen.

Koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat sebenarnya memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembang. Struktur ekonominya untuk bisa bersaing dengan kompetitor dari negara lain batas-batas antar negara sudah luntur akibat globalisasi ekonomi. Investasi dalam berbagai bidang usaha dari luar negeri menuntut setiap pelaku usahanya lebih berorientasi jangka pajang. Sebuah tawaran untuk menata kembali kesiapan koperasi menghadapi kompetitor baru dalam perekonomian global adalah berorientasi jangka panjang dan mengelola sumber daya intern secara maksimal. Koperasi diharapakan mampu untuk,
pertama,menentukan skala prioritas, disini koperasi harus mampu memilih dari berbagai peluang usaha yang ada dan mengutamakan peluang yang paling prospektif dan bermanfaat untuk jangka panjang. 
Kedua,menciptakan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat, pelayanan jasa dan kemampuan mengelola sehingga terjadi efisiensi dan efektivitas dalam menjalankan usahanya. 
Ketiga,melakukan perencanaan yang matang sebelum memulai pengembangan usaha dan mempersiapkan sumberdaya yang ada dengan kompetensi yang tinggi sesuai bidang masing-masing.
Kekuatan jaringan koperasi dalam mengimbangi tekanan dari liberalisasi ekonomi dapat dibuktikan bila koperasi benar-benar telah mampu memberdayakan kekuatan dan peluang dari eksternal maupun internal secara baik. Penting untuk semakin mempertegas orientasi,perencanaan dan memaksimalkan pelaksanaan strategi dan perencanaan yang sudah ada agar dapat berjalan secara dinamis dan terprogram.

Sumber :