Koperasi
sebagai badan usaha non-profit sejak awal harus mempersiapkan strategi usaha
yang tidak hanya berorientasi pada memaksimalkan pelayanan dan kemakmuran
secara merata bagi anggotanya saja tetapi koperasi juga harus mulai menata
usahanya baik dalam hal infrastruktur keuangan,efisiensi,pembangunan akses
pasar baru, berinovasi serta penataan terhadap investasi (modal pinjaman dari
lembaga lain) yang memberikan nilai tambah kegunaan yang lebih tinggi.
Koperasi
harus mampu menggerakan marketing synergy untuk meningkatkan produktivitas dan
membuka bidang usaha strategi yang memiliki asas manfaat lebih tinggi untuk
kebutuhan anggota dan masyarakat. Disinilah dituntut kejelian pengurus koperasi
untuk menetapkan bentuk usaha yang mampu mengakomodir berbagai potensi partisipasi
yang diberikan anggotanya. Hanya koperasi yang mampu mensinergikan kemampuannya
dengan tuntutan kebutuhan masyarakatlah yang akan eksis dalam persaingan
kapitalisme global. Sebagai contoh, koperasi harus mulai menata orientasi usaha
dan memaksimalkan potensi setiap bidang usahanya menjadi bentuk koperasi yang
akomodif dan mampu mengakomodir setiap peluang usaha ke dalam sub-sub koperasi
yang telah terbentuk. Misalkan dengan mengoptimalkan setiap bangunan koperasi
yang sudah ada, baik koperasi pembelian,koperasi pemasaran,koperasi konsumen
dan koperasi produsen.
Koperasi sebagai
gerakan ekonomi rakyat sebenarnya memiliki potensi besar untuk tumbuh dan
berkembang. Struktur ekonominya untuk bisa bersaing dengan kompetitor dari
negara lain batas-batas antar negara sudah luntur akibat globalisasi ekonomi. Investasi
dalam berbagai bidang usaha dari luar negeri menuntut setiap pelaku usahanya
lebih berorientasi jangka pajang. Sebuah tawaran untuk menata kembali kesiapan
koperasi menghadapi kompetitor baru dalam perekonomian global adalah
berorientasi jangka panjang dan mengelola sumber daya intern secara maksimal. Koperasi diharapakan mampu untuk,
pertama,menentukan skala prioritas, disini koperasi harus mampu memilih dari
berbagai peluang usaha yang ada dan mengutamakan peluang yang paling prospektif
dan bermanfaat untuk jangka panjang.
Kedua,menciptakan keseimbangan antara
kebutuhan masyarakat, pelayanan jasa dan kemampuan mengelola sehingga terjadi
efisiensi dan efektivitas dalam menjalankan usahanya.
Ketiga,melakukan
perencanaan yang matang sebelum memulai pengembangan usaha dan mempersiapkan
sumberdaya yang ada dengan kompetensi yang tinggi sesuai bidang masing-masing.
Kekuatan jaringan
koperasi dalam mengimbangi tekanan dari liberalisasi ekonomi dapat dibuktikan
bila koperasi benar-benar telah mampu memberdayakan kekuatan dan peluang dari
eksternal maupun internal secara baik. Penting untuk semakin mempertegas
orientasi,perencanaan dan memaksimalkan pelaksanaan strategi dan perencanaan
yang sudah ada agar dapat berjalan secara dinamis dan terprogram.
Sumber :