Nama : Rani Hanifah
NPM : 25211878
Kelas : 4EB21
Akuntansi Internasional
Sejarah Nestlé Indonesia
|
|
|
|
Masyarakat Indonesia sudah mengenal Nestlé sejak akhir
abad ke-19 lewat produk “Tjap Nona” (Cap Nona) yang sempat dikenal
dengan nama “Milk Maid”.
Pada tahun 1910 pemasaran produk Nestlé dilakukan oleh cabang Nestlé di Singapura. Produk-produk Nestlé begitu mendominasi pasaran susu kental manis di Indonesia sehingga para konsumen mengidentifikasi semua jenis susu sebagai “Tjap Nona”.
Pada tahun 1930 Nestlé memiliki pangsa pasar terbesar di Indonesia untuk jenis produk susu. Kuatnya tim pemasaran yang terjun ke desa-desa serta aktifnya upaya Nestlé menjaga mutu, dengan mengganti kaleng-kaleng tua di toko-toko dan warung-warung dengan produk baru, merebut kepercayaan dan kesetiaan para konsumen.
Keberhasilan Nestlé di Indonesia disebabkan oleh produk yang bermutu tinggi yang diminati oleh para konsumen dan didukung oleh jaringan distribusi yang efisien dan staf penjualan dan sistem manajemen yang profesional.
1873-1999
Produk-produk impor Nestlé secara lebih lengkap mulai
tersedia di Indonesia sejak tahun 1873 lewat pemasaran dari cabang Nestlé di
Singapura. Karena permintaan konsumen Indonesia yang semakin meningkat, maka
Nestlé secara resmi memulai berusaha di Indonesia pada tahun 1971 atas nama PT
Food Specialities Indonesia.
Untuk menunjang usaha di Indonesia, maka pabrik pengolahan susu di Waru, Jawa Timur mulai beroperasi pada tahun 1972. Sejalan dengan beroperasinya Pabrik Pengolahan Pabrik Waru, Nestlé Indonesia mulai memberikan bantuan teknis kepada masyarakat sekelilingnya terutama kepada para peternak sapi.
Pada tahun 1979, pabrik pengolahan kopi didirikan di Panjang, Lampung sebagai pabrik kedua Nestlé di Indonesia untuk menghasilkan kopi NESCAFÉ.
Atas permintaan konsumen yang semakin meningkat, maka pada tahun 1988 Pabrik Kejayan di Pasuruan, Jawa Timur mulai beroperasi, menghasilkan produk susu dengan kapasitas yang lebih besar dan menggantikan Pabrik Waru yang ditutup.
Setelah sukses membuka dan mengoperasikan pabrik di Lampung dan Jawa Timur maka pada tahun 1990 Pabrik Cikupa mulai beroperasi, menghasilkan kembang gula (confectionery) yaitu POLO dan FOX'S.
Untuk menunjang usaha di Indonesia, maka pabrik pengolahan susu di Waru, Jawa Timur mulai beroperasi pada tahun 1972. Sejalan dengan beroperasinya Pabrik Pengolahan Pabrik Waru, Nestlé Indonesia mulai memberikan bantuan teknis kepada masyarakat sekelilingnya terutama kepada para peternak sapi.
Pada tahun 1979, pabrik pengolahan kopi didirikan di Panjang, Lampung sebagai pabrik kedua Nestlé di Indonesia untuk menghasilkan kopi NESCAFÉ.
Atas permintaan konsumen yang semakin meningkat, maka pada tahun 1988 Pabrik Kejayan di Pasuruan, Jawa Timur mulai beroperasi, menghasilkan produk susu dengan kapasitas yang lebih besar dan menggantikan Pabrik Waru yang ditutup.
Setelah sukses membuka dan mengoperasikan pabrik di Lampung dan Jawa Timur maka pada tahun 1990 Pabrik Cikupa mulai beroperasi, menghasilkan kembang gula (confectionery) yaitu POLO dan FOX'S.
2000-2009
Pada tahun 2000 PT Food Specialities Indonesia, Nestlé
Confectionary Indonesia & Supmi Sakti merger ke dalam Nestlé Indonesia. Merger
tersebut dianggap sukses sehingga pada tahun 2001 Nestlé Beverages Indonesia
dan Nestlé Distribution Indonesia turut bergabung dengan Nestlé Indonesia.
2010-sekarang
Melihat potensi pasar di Indonesia yang semakin baik
maka pada tahun 2010 Pabrik Kejayan diekspansi, dan menjadi salah satu dari 10
pabrik terbesar Nestlé di dunia. Saat ini, Pabrik Kejayan menyerap 700.000
liter susu segar setiap hari dari 33.000 peternak susu di Jawa Timur.
Setelah sukses membuka dan mengoperasikan pabrik pengolahan susu, pengolahan kopi dan pengolahan kembang gula, pada 2013 pabrik ke-empat akan dibuka untuk memproduksi MILO, DANCOW dan bubur bayi Nestlé CERELAC.
Setelah sukses membuka dan mengoperasikan pabrik pengolahan susu, pengolahan kopi dan pengolahan kembang gula, pada 2013 pabrik ke-empat akan dibuka untuk memproduksi MILO, DANCOW dan bubur bayi Nestlé CERELAC.
Visi dan Misi Nestlé
|
|
|
|
Sebagai
perusahaan produksi makanan terbesar di dunia, kami memusatkan perhatian kami
untuk meningkatkan gizi (nutrition), kesehatan (health) dan
keafiatan (wellness) dari konsumen kami. Para karyawan kami berdedikasi
dan termotivasi untuk memproduksi produk berkualitas dan membangun brand
yang memenuhi kebutuhan konsumen.
Nestlé telah
hadir di Indonesia sejak abad ke-19. Kini, bersama lebih dari 3.300 karyawan
kami mengoperasikan tiga (3) pabrik yang mengolah sekitar 700.000 liter susu
setiap hari dari 33.000 peternak susu di Jawa Timur dan 10.000 ton kopi dari
sekitar 10.000 petani kopi di Lampung setiap tahun. Bersama ketiga sentra
distribusi dan ratusan distributor kami hadir di setiap provinsi di Indonesia,
memastikan ketersediaan produk Nestlé bagi konsumen Nestlé bagi konsumen
diseluruh Indonesia.
Sebagai
bagian dari suatu perusahaan global, Nestlé terus-menerus melakukan penelitian
dan pengembangan untuk terus melakukan penyempurnaan berbagai produk
ciptaannya. Hal ini dilakukan sejalan dengan berkembangnya konsep dan dimensi
makanan, yang kini tidak lagi sekedar untuk memperoleh kenikmatan (enjoyment)
namun telah berkembang menuju keafiatan (wellness) dan bermuara pada
kehidupan yang sejahtera dan berkualitas (wellbeing).
Hal ini
sejalan dengan Misi Nestlé Indonesia untuk turut mewujudkan masyarakat
Indonesia yang lebih sehat melalui produk-produknya yang berkualitas,
bernutrisi dan lezat rasanya. Selain itu kami juga memfokuskan diri untuk
senantiasa memberikan informasi dan pendidikan bagi konsumen kami, antara lain
seperti tercantum dalam kemasan setiap produk kami. Dalam menjalankan
bisnisnya, Nestlé berusaha untuk selalu menjalankan tanggung jawab kepada
masyarakat dan menciptakan manfaat.
Sebagai
perusahaan terkemuka dalam bidang nutrisi, kesehatan dan keafiatan, kami di
Nestlé yakin bahwa untuk mencapai kesuksesan perusahaan dalam jangka panjang
serta menciptakan manfaat bagi para pemegang sahamnya, perusahaan harus
menciptakan manfaat bagi masyarakat – kami menyebutnya Creating Shared Value
(menciptakan manfaat bersama). Kami tidak hanya akan memproduksi produk berkualitas
tinggi dan bergizi bagi para konsumen, namun juga akan membantu ribuan petani
untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian mereka,
menciptakan lapangan pekerjaan baru, menggunakan bahan baku dalam negeri yang
akan diolah menjadi produk bernilai tambah dan berkualitas tinggi – dengan
demikian menciptakan manfaat bersama sepanjang mata rantai perusahaan.
Dalam
beroperasi, kami senantiasa memastikan standar perilaku bisnis yang ketat dan
mendukung pelestarian lingkungan sebagaimana tercantum dalam Nestlé
Corporate Business Principles. Ini termasuk Prinsip-Prinsip Global Compact
PBB tentang Hak Azasi Manusia, Tenaga kerja, Lingkungan dan Korupsi. Dengan
landasan strategi bisnis inilah kami memastikan sukses jangka panjang bagi
perusahaan.
sumber :
http://www.nestle.co.id/ina/tentangnestle