JellyPages.com

Rabu, 21 Desember 2011

AKTIVA TETAP


SIFAT AKTIVA TETAP
SifatAktivaTetap:
-Tujuan pembelian adalah untuk dipergunakan dalam kegiatan operasional perusahaan [tidak untuk diperjual-belikan]
-Masa manfaat lebih dari 1 tahun.
-Jumlahnya cukup material.

ContohAktivaTetap

Fixed Asset dibedakan menjadi:
1.      Fixed Tangible Asset [AT yg berbentuk, bisa dilihat, bisa diraba]
      Contoh:
-Tanah[land]
-Gedung, termasuk pagar, lap parkir, taman, peralatan[equipment],furniture & fixture, delivery equipment/vehicles.
-Natural resources [sumberalam], seperti : pertambangan minyak, batubara, emas, marmer, HPH.

2.      Fixed Intangible Asset [AT yg tidak berbentuk, sehingga tidak bisa dilihat, diraba].
      Contoh: hakpatent, hakcipta(copy right), franchise, goodwill, peroperatingexpenses.

TujuanPemeriksaan(Audit Objective) AktivaTetap
1.      Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang baik atas aktiva tetap

2.      Untuk memeriksa apakah persediaan yang tercantum di neraca betul-betul ada, masih digunakan, dan dimiliki perusahaan.

3.      Untuk memeriksa apakah penambahan aktiva tetap dalam tahun berjalan betul-betul merupakan suatu capital expenditure, diotorisasi oleh pejabat yang berwenang, didukung oleh bukti-bukti yang lengkap dan dicatat dengan benar.

4.      Untuk memeriksa apakah disposal dari aktiva tetap sudah dicatat dengan benar dibuku perusahan dan telah diotorisasi oleh pejabat yang berwenang.

5.      Untuk memeriksa pembebanan penyusutan dalam periode yang diperiksa dilakukan dengan cara yang sesuai dengan SAK, konsisten, dan apakah perhitungannya telah dilakukan dengan benar.

6.      Untuk memeriksa apakah ada aktiva tetap yang dijadikan sebagai jaminan

7.      Untuk memeriksa apakah penyajian aktiva tetap dalam laporan keuangan sesuai dengan PABU.

PIUTANG
Sifat dan contoh Piutang
Ada dua jenis piutang menurut sumber terjadinya yaitu piutang usaha dan piutang lain-lain. 
-    PiutangUsaha:
piutang berasal dari penjualan barang dagangan atau jasa secara kredit
-       Piutanglain-lain:
Piutang yang timbul dari transaksi diluar kegiatan usaha normal perusahaan. Piutang dinyatakan sebesar jumlah tagihan dikurangi taksiran jumlah yang dapat ditagih[net realizable value].
Tujuan Pemeriksaan (Audit Objective) Piutang

1.      Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang baik atas piutang dan transaksi penjualan, piutang dan penerimaan kas.

2.      Untuk memeriksa validity [keabsahan] dana uthenticity [keotentikan] piutang

3.      Untuk memeriksa collectability [kemungkinantertagihnya] piutang dan cukup tidaknya perkiraan allowance for bad debts.

4.      Untuk memeriksa apakah ada kewajiban bersyarat [contingent liability] yang timbul karena pendiskontoan wesel tagih.

5.      Untuk memeriksa apakah penyajiannya di Neraca sudah sesuai dengan PABU.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar