JellyPages.com

Minggu, 11 Maret 2012

BAB 6. PETA PEREKONOMIAN INDONESIA

KEADAAN GEOGRAFIS INDONESIA

Republik Indonesia merupakan negara kepulauan, memanjang dari barat ke timur, berada di wilayah Asia Tenggara yang terletak diantara 6o8’ Lintang Utara sampai 11o15’ Lintang Selatan dan antara 94o45’ sampai 141o5’ Bujur Timur.

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari banyak pulau, baik pulau-pulau besar maupun pulau-pulau kecil. Kurang lebih ada 17.504 pulau dengan garis pantai kira-kira sepanjang 81 ribu kilometer  yang dimiliki negara ini. Dengan banyaknya pulau dan panjangnya garis pantai, Indonesia disebut sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.
Dari sekian banyak pulau di Indonesia, ada lima pulau besar yaitu Papua dengan luas 890.000 km2 , Kalimantan dengan luas 743.330 km2 , Sumatera dengan luas 425.000 km2 dan Jawa dengan luas 126.700 km2 .

Dari 17.504 pulau, hanya 69.000 pulau yang bernama, sisanya sebanyak 10.600an pulau belum bernama. Pulau yang belum bernama itu umumnya adalah pulau-p;au kecil dan tidak berpenghuni.
Selain itu Indonesia beriklim laut tropis karena letaknya di daerah tropis dan diapit oleh dua Samudera yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Indonesia memiliki dua musim yaitu musim hujan yang terjadi antara bulan Oktober-April dan musim kemarau yang terjadi antara bulan Mei-September. Namun karena wilayahnya yang luas, keadaan geografisnya yang berbeda-beda serta daerahnya yang dibelah oleh garis khatulistiwa, maka sering terjadi perbedaan atau penyimpangan musim.

Indonesia juga mempunyai sumber pertambangan yang amat berharga seperti minyak, gas alam, batubara, timah, tembaga dan sumber tambang lainnya

MATA PENCAHARIAN

Indonesia adalah negara agraris dimana persentase terbesar penduduknya berada di daerah pedesaan, sedangkan persentase kecil tinggal di daerah perkotaan. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk Indonesia mata pencaharian pokoknya adalah bertani meliputi, perkebunan, pertanian, peternakan, dan perikanan. Hal ini tercermin pula dalam keseluruhan Produksi Domestik Bruto (PDB) dimana sektor pertanian memegang peranan terbesar dibandingkan dengan sektor lainnya di luar sektor pertanian terhadap keseluruhan nilai PDB. Yang perlu diwaspadai dalam sektor pertanian ini adalah kenyataan bahwa komoditi yang dihasilkan dari sektor ini relatif tidak memiliki nilai tambah yang tinggi, sehingga tidak dapat bersaing dengan komoditi yang dihasilkan sektor lain (misalnya industri), sehingga sebagian masyarakat Indonesia yang bermata pencaharian di sektor pertanian (desa) semakin tertinggal oleh rekannya yang bekerja dan memiliki akses di sektor industri (kota).

SUMBER DAYA MANUSIA

Penduduk Indonesia sangat besar yang jumlahnya kurang lebih 220 juta jiwa dengan laju pertumbuhan rata-rata 2,3 % per tahunnya. Bila laju pertumbuhan penduduk tidak dapat diimbangi dengan laju pertumbuhan ekonomi, hal ini akan membawa pengaruh terhadap laju pertumbuhan ekonomi, rata-rata pertahun. Pertumbuhan ekonomi yang cendderung rendah tersebut disebabkan karena pertumbuhan PDB yang rendah yang dihadapkan dengan laju pertumbuhan penduduk yang lebih cepat, hal ini jelas akan mempengaruhi tingkat pendapatan perkapita penduduk. Selain masalah laju pertumbuhan penduduk, masalah penyebaran penduduk yang tidak merata juga dapat menimbulkan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam rangka peningkatan ekonomi. Sistem pendidikan yang bersifat umum di Indonesia, menyebabkan apabila seseorang yang telah menyelesaikan pendidikannya belum menjadi suatu jaminan kemampuan bekerja dengan produktivitas yang tinggi karena yang bersangkutan belum memiliki keterampilan.

Sebagian besar sumber penerimaan negara berasal dari perdagangan luar negeri (ekspor) yaitu ekspor non migas yang memegang peranan terbesar dari keseluruhan penerimaan dalam negeri. Suatu negara yang mempunyai struktur ekonomi ekspor seperti Indonesia sangat terpengaruh oleh maju mundurnya ekspor, keadaan ini dengan sendirinya akan berpengaruh pula terhadap kemampuan untuk mengimpor barang.

INVESTASI

Selain beberapa faktor diatas, investasi juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia senantiasa menghadapi kendala berupa kekurangan modal untuk investasi yang disebabkan karena kesempatan menabung yang masih rendah dari masyarakat, hal ini disebabkan tingkat pendapatan yang masih rendah. Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat investasi, diantaranya :
  • Tingkat pengembalian yang diharapkan (Expected Rate of Return)
  • Biaya investasi
  • Ramalan mengenai keadaan ekonomi di masa yang akan datang
Upaya yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan dana investasi dalam rangka pembangunan ekonomi adalah sebagai berikut :
  •  Lebih mengembangkan ekspor komoditi non-migas agar penerimaan pemerintah dari sektor luar negeri lebih meningkat.
  •  Mengusahakan adanya pinjaman luar negeri dengan syarat yang lunak sehingga tidak terlalu membebani para penanam modal serta menggunakan dana tersebut untuk kegiatan investasi yang tergolong prioritas.
  • Menciptakan iklim investasi yang aman dan menarik bagi para penanam modal asing.
  •  Lebih menggiatkan dan menyempurnakan sistem perpajakan dan perkreditan, terutama kredit untuk golongan ekonomi lemah, agar mereka secepatnya dapat berjalan bersama dengan para pengusaha besar dalam rangka peningkatan produktivitas.
sumber :

http://www.anneahira.com/pulau-di-indonesia.htm







Tidak ada komentar:

Posting Komentar