JellyPages.com

Kamis, 21 Juni 2012

Bab.10 Peran Sektor Luar Negeri Pada Perekonomian Luar Negeri

Perdagangan Antar Negara
Perdagangan antar negara atau sering disebut dengan persagangan internasional merupakan suatu kegiatan pertukaran barang dan jasa antara satu negara dengan negara lain yang saling menguntungkan kedua belah pihak.
Manfaat dari perdagangan internasional ini adalah :
  1. Dapat memperoleh barang yang tidak diproduksi di negeri sendiri 
  2. Memperoleh keuntungan dari spesialisasi produksi bagi tiap-tiap negara 
  3. Memperluas pasar hasil produksi 
  4. Meningkatkan devisa 
  5. Meningkatkan teknologi
A.    Peranan Perdagangan Luar Negeri bagi Pembangunan Ekonomi Indonesia
Salah satu hal yang dapat dijadikan motor penggerak bagi pertumbuhan adalah perdagangan internasional. Salvatore menyatakan bahwa perdagangan dapat menjadi mesin bagi pertumbuhan ( trade as engine of growth, Salvatore, 2004). Jika aktifitas perdagangan internasional adalah ekspor dan impor, maka salah satu dari komponen tersebut atau kedua-duanya dapat menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan. Tambunan (2005) menyatakan pada awal tahun 1980-an Indonesia menetapkan kebijakan yang berupa export promotion. Dengan demikian, kebijakan tersebut menjadikan ekspor sebagai motor penggerak bagi pertumbuhan.
Ketika perdagangan internasional menjadi pokok bahasan, tentunya perpindahan modal antar negara menjadi bagian yang penting juga untuk dipelajari. Sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Vernon, perpindahan modal khususnya untuk investasi langsung, diawali dengan adanya perdagangan internasional (Appleyard, 2004). Ketika terjadi perdagangan internasional yang berupa ekspor dan impor, akan memunculkan kemungkinan untuk memindahkan tempat produksi. Peningkatan ukuran pasar yang semakin besar yang ditandai dengan peningkatan impor suatu jenis barang pada suatu negara, akan memunculkan kemungkinan untuk memproduksi barang tersebut di negara importir. Kemungkinan itu didasarkan dengan melihat perbandingan antara biaya produksi di negara eksportir ditambah dengan biaya transportasi dengan biaya yang muncul jika barang tersebut diproduksi di negara importir. Jika biaya produksi di negara eksportir ditambah biaya transportasi lebih besar dari biaya produksi di negara importir, maka investor akan memindahkan lokasi produksinya di negara importir (Appleyard, 2004).

B.      Kebijaksanaan Perdagangan Luar Negeri dari Pelita ke Pelita Berikutnya
  • Pelita I (1 April 1969 – 31 Maret 1974) 
Menjadi landasan awal pembangunan masa Orde Baru.Tujuan Pelita I adalah meningkatkan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi pembangunan tahap berikutnya.Sasarannya adalah pangan, sandang, perbaikan prasarana perumahan rakyat, perluasan lapangan kerja, dan kesejahteraan rohani.

Titik beratnya adalah pembangunan bidang pertanian sesuai dengan tujuan untuk mengejar keterbelakangan ekonomi melalui proses pembaharuan bidang pertanian, karena mayoritas penduduk Indonesia masih hidup dari hasil pertanian.
  • Pelita II (1 April 1974 – 31 Maret 1979)

Sasaran utama Pelita II ini adalah tersedianya pangan, sandang, perumahan, sarana prasarana, mensejahterakan rakyat, dan memperluas kesempatan kerja.
Pelaksanaan Pelita II dipandang cukup berhasil.
  • Pelita III (1 April 1979 – 31 Maret 1984)

Pelaksanaan Pelita III masih berpedoman pada Trilogi Pembangunan, yang isinya:
a. Pemeratan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepadaterciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

b. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.

c. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.
Dengan titik berat pembangunan adalah pemerataan yang dikenal dengan Delapan Jalur Pemerataan, yaitu:
  1. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat, khususnya sandang, pangan, dan perumahan 
  2. Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan 
  3. Pemerataan pembagian pendapatan 
  4. Pemerataan kesempatan kerja 
  5. Pemerataan kesempatan berusaha 
  6. Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunankhususnya bagi generasi muda dan kaum perempuan 
  7. Pemerataan penyebaran pembagunan di seluruh wilayah tanah air 
  8. Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan
  • Pelita IV (1 April 1984 – 31 Maret 1989)

Titik berat Pelita IV ini adalah sektor pertanian untuk menuju swasembada pangan, dan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin industry sendiri. Dan di tengah berlangsung pembangunan pada Pelita IV ini yaitu awal tahun 1980 terjadi di resesi. Untuk mempertahankan kelangsungan pembangunan ekonomi, pemerintah mengeluarkan keijakan moneter dan fiskal.
  • Pelita V (1 April 1989 sampai 31 Maret 1994)

Titik beratnya terdapat pada sektor pertanian dan industri. Pada masa itu kondisi ekonomi Indonesia berada pada posisi yang baik, dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 6,8% per tahun. Posisi perdagangan luar negeri memperlihatkan gambaran yang menggembirakan. Peningkatan ekspor lebih baik dibanding sebelumnya.
  • Pelita VI (1 April 1994 sampai 31 Maret 1999)

Titik berat pada Pelita VI ini ditekankan pada sektor ekonomi yang berkaitan dengan industri dan pertanian, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pendukungnya.Sektor ekonomi dipandang sebagai penggerak pembangunan. Namun pada periode ini terjadi krisis moneter yang melanda negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Karena krisis moneter dan peristiwa politik dalam negeri yang mengganggu perekonomian telah menyebabkan proses pembangunan terhambat, dan juga menyebabkan runtuhnya pemerintahan Orde Baru.

Hambatan Perdagangan Antar Negara
Setiap negara menyadari bahwa perdagangan negaranya dengan lain harus terlaksana dengan baik lancar dan saling menguntungkan . namun sering kali negara-negaara tersebut membuat kebijakan dalam sektor perdagangan antar negara yang justru menimbulkan hambatan dalam proses transaksi perdagangan antar negara .

namun demikian, dengan adanya perdagangan bebas maka hambatan-hambatan yang selama ini cukup menggelisahkan akan dicoba untuk mengurangi dan jika mingkin dihapuskan . adapun bentuk-bentuk hambatan yang selama ini terjadi diantaranya adalah :
Hambatan tarif
Tarif adalah suatunilai tertentu yang di bebankan kepada suatu komoditi lar negri tertentu yang memasuki suatu negara (komoditi import). tarif sendiri ditentukan dengan jumlah yang berbeda untuk masing-masing impor. secara garis besar bentuk penetapan tarif ada dua jenis,yaitu :
  • Tarif ad-volarem
  • Tarif spesifik
Hambatan quota
quota termasuk jenis hambatan luat negri yang lazim dan sering diterapkan oleh suatu negara untuk membatasi komoditi impor kenegaranya . quota sendiri dapat diartikan sebagai pemerintah suatu negara yang menentukan batas makasimal suatu komoditi impor yang boleh masuk ke negara tersebut .
Hambatan dumping
Meskipun karakteristik nya tidak seperti tarif dan quota , namun dumping sering menjadi suatu masalah bagi suatu negara dalam proses perdagangan luar negrinya . dumping sendiri dapat diartikan sebagai suatu tindakan dalam menetapkan harga yang lebih murah di luar negri dibanding didalam negri untuk produk yang sama .
Hambatan embargo/sanksi ekonomi
sejarah membuktikan bahwa suatu negara yang karana tindakan nya dianggap melanggar hak asasi manusisa, melanggar wilayah kekuasaan suatu negara, akan menerima atauu dikenakan sanksi ekonomi oleh negara lain (PBB).
Neraca Pembayaran Luar Negeri Indonesia
Neraca pembayaran (balance of payment) adalah catatan transaksi antara penduduk suatu negara dengan negara-negara lainnya. Terdapat 2(dua) jenis neraca pembayaran, yaitu : neraca perdagangan dan neraca modal.
Perhitungan sederhana neraca pembayaran adalah bahwa setiap transaksi yang meningkatkan pembayaran oleh suatu negara dihitung sebagai defisit dalam neraca pembayaran negara tersebut untuk negara lain, impor mobil, pemberian kepada orang asing, pembelian lahan di luar negeri, atau deposit yang ada di bank di luar negeri. Semuanya merupakan item defisit.
Transaksi dalam neraca pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam transaksi.

1. Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa.

2. Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi positif (+), yaitu transaksi yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.

Peran Kurs Valuta Asing

Kurs valuta asing sering diartikan sebagai banyaknya nilai mata uang suatu negara (Rupiah misalnya) yang harus dikorbankan/dikeluarkan untuk mendapatkan satu unit mata uang asing (Dollar misalnya). Sehingga dengan kata lain, jika kita gunakan contoh dollar dan rupiah, maka kurs valuta asing adalah nilai tukar yang menggambarkan banyaknya rupiah yang harus dikeluarkan untuk medapat satu unit dollar dalam kurun waktu tertentu. Masalah kurs valuta asing mulai muncul ketika transaksi ekonomi sudah mulai melibatkan dua negara (mata uang) atau lebih, tentunya sebagai alat untuk menjembatani perbedaan mata uang di masing-masing negara.
Bursa valuta asing (Inggris: foreign exchange market, forex) atau disingkat bursa valas merupakan suatu jenis perdagangan atau transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya (pasangan mata uang/pair) yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara berkesinambungan. Pergerakan pasar valuta asing berputar mulai dari pasar Selandia Baru dan Australia yang berlangsung pukul 05.00–14.00 WIB, terus ke pasar Asia yaitu Jepang, Singapura, dan Hongkong yang berlangsung pukul 07.00–16.00 WIB, ke pasar Eropa yaitu Jerman dan Inggris yang berlangsung pukul 13.00–22.00 WIB, sampai ke pasar Amerika Serikat yang berlangsung pukul 20.30–10.30 WIB. Dalam perkembangan sejarahnya, bank sentral milik negara-negara dengan cadangan mata uang asing yang terbesar sekalipun dapat dikalahkan oleh kekuatan pasar valuta asing yang bebas.
Menurut survei BIS (Bank International for Settlement, bank sentral dunia), yang dilakukan pada akhir tahun 2004, nilai transaksi pasar valuta asing mencapai lebih dari USD$1,4 triliun per harinya. Mengingat tingkat likuiditas dan percepatan pergerakan harga yang tinggi tersebut, valuta asing juga telah menjadi alternatif yang paling populer karena ROI (return on investment atau tingkat pengembalian investasi) serta laba yang akan didapat bisa melebihi rata-rata perdagangan pada umumnya. Akibat pergerakan yang cepat tersebut, maka pasar valuta asing juga memiliki risiko yang tinggi.

 Sumber
http://ikemurwanti.blogspot.com/2011/05/neraca-pembayaran-luar-negeri-indonesia.html
http://madewahyudisubrata.blogspot.com/2011/04/peran-kurs-valuta-asing.html

E-Commerce


Tugas Pengantar Komputer & TI 2C
Nama   : Rani Hanifah
NPM    : 25211878
Kelas    : 1EB21

 

A.   Apa Itu E-Commerce?
E-Commerce atau bisa disebut Perdagangan Elektronik atau e-dagang adalah penyebaran,pembelian,penjualan,pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi,www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik,pertukaran data elektronik,sistem manajemen inventori otomatis dan sistem pengumpulan data otomatis.
E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman web (website). Menurut Riset Forrester,perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan Oktober 2006 yang lalu,pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai ¼ triliyun dolar US pada tahun 2011. 
Dalam banyak kasus,sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal,pengiriman yang tepat waktu,pelayanan yang bagus,struktur organisasi bisnis yang baik,jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus,beberapa faktor yang termasuk :
  1. Menyediakan harga kompetitif 
  2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap,cepat dan ramah 
  3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas 
  4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon,penawaran istimewa dan diskon 
  5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian 
  6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi,masukan dari pelanggan,dan lain-lain 
  7. Mempermudah kegiatan perdagangan

Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah :
  • E-mail dan Messaging 
  • Content Management Systems 
  • Dokumen,Spreadsheet,Database 
  • Akunting dan sistem Keuangan 
  • Informasi Pengiriman dan Pemesanan 
  • Pelaporan Informasi dari Klien dan enterprise 
  • Sistem pembayaran domestik dan Internasional 
  • Newsgroup 
  • On-line Shopping
  • Conferencing 
  • Online Banking
Perusahaan yang terkenal dalam bidang ini antara lain :
eBay,Yahoo,Amazon.com,Google dan Paypal

B.    Keunggulan dan Manfaat E-Commerce
Kalangan Bisnis melihat e-commerce adalah sebagai suatu kemungkinan bisnis yang baru dengan banyak sekali keunggulan yang dipunyainya. Berbagai keunggulan itu antara lain:
  1. Jangkauan atau cakupan yang luas dan basis konsumen yang besar. 
  2. Pendapatan yang terus bertambah. 
  3. Penghematan biaya. 
  4. Menciptakan hubungan yang lebih baik dengan konsumen.
Martin et al. (1999) mengatakan bahwa terdapat dua aspek manfaat penggunaan e-commerce melalui internet dalam bisnis :
  • New Concept Support Capabilities
Dengan menggunakan fasilitas internet,konsumen bisa lebih bebas mengakses informasi yang dibutuhkan (mengenai produk,pelayanan,dll)
  • New Marketing Channel
Internet tidak hanya memberikan kemudahan bagi konsumen, tapi juga memberikan cost effective bagi perusahaan untuk membuka saluran pemasaran yang baru.

Dengan melihat keuntungan dan manfaat tersebut, maka kita merasa bahwa e-commerce merupakan suatu keharusan . Akan tetapi tidak dapat langsung terjun ke dalam tanpa mengerti pola bisnis atau model bisnis yang menjadi berubah dengan adanya e-commerce ini.



Sumber:
(kamis,21 Juni 2012 ; 17.39 WIB)
(kamis,21 Juni 2012 ; 17.41 WIB)