–Efisiensi (efisiensi alokatif), ekonomi efisien memproduksi kebutuhan masyarakat dengan biaya serendah mungkin
–Ekuitas, keadilan dari hasil ekonomi
–Pertumbuhan ekonomi, peningkatan output total dalam perekonomian
–Stabilitas ekonomi, kondisi kestabilan atau peningkatan dari output diiringi inflasi rendah dan pemanfaatan penuh sumber daya
ELASTISITAS
•Elastisitas adalah konsep umum dalam mengukur respons/tanggapan dari variabel tertentu ketika variabel lain berubah
•Elastisitas harga permintaan adalah rasio perubahan persentase dalam kuantitas yang diminta terhadap perubahan persentase dalam harga
•Elastisitas permintaan bergantung pada:
•Ketersediaan barang substitusi
•Pentingnya barang dalam anggaran perseorangan
•Kerangka waktu yang digunakan
UTILITAS
•Lebih disukainya satu item daripada item lain bergantung pada banyaknya utilitas atau kepuasan yang dihasilkannya dibandingkan dengan item alternatifnya
•Hukum utilitas marjinal yang semakin menurun menyatakan bahwa semakin banyak jumlah yang dikonsumsi dalam periode waktu tertentu maka semakinsedikit kepuasan atau utilitas yang didapatkan dari setiap unit tambahan (marjinal)
SifatAktivaTetap: -Tujuan pembelian adalah untuk dipergunakan dalam kegiatan operasional perusahaan [tidak untuk diperjual-belikan] -Masa manfaat lebih dari 1 tahun. -Jumlahnya cukup material.
ContohAktivaTetap
Fixed Asset dibedakan menjadi: 1.Fixed Tangible Asset [AT yg berbentuk, bisa dilihat, bisa diraba] Contoh:
-Tanah[land]
-Gedung, termasuk pagar, lap parkir, taman, peralatan[equipment],furniture & fixture, delivery equipment/vehicles.
-Natural resources [sumberalam], seperti : pertambangan minyak, batubara, emas, marmer, HPH.
2.Fixed Intangible Asset [AT yg tidak berbentuk, sehingga tidak bisa dilihat, diraba].
1.Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang baik atas aktiva tetap
2.Untuk memeriksa apakah persediaan yang tercantum di neraca betul-betul ada, masih digunakan, dan dimiliki perusahaan.
3.Untuk memeriksa apakah penambahan aktiva tetap dalam tahun berjalan betul-betul merupakan suatu capital expenditure, diotorisasi oleh pejabat yang berwenang, didukung oleh bukti-bukti yang lengkap dan dicatat dengan benar.
4.Untuk memeriksa apakah disposal dari aktiva tetap sudah dicatat dengan benar dibuku perusahan dan telah diotorisasi oleh pejabat yang berwenang.
5.Untuk memeriksa pembebanan penyusutan dalam periode yang diperiksa dilakukan dengan cara yang sesuai dengan SAK, konsisten, dan apakah perhitungannya telah dilakukan dengan benar.
6.Untuk memeriksa apakah ada aktiva tetap yang dijadikan sebagai jaminan
7.Untuk memeriksa apakah penyajian aktiva tetap dalam laporan keuangan sesuai dengan PABU.
PIUTANG
Sifat dan contoh Piutang
Ada dua jenis piutang menurut sumber terjadinya yaitu piutang usaha dan piutang lain-lain. -PiutangUsaha:
piutang berasal dari penjualan barang dagangan atau jasa secara kredit
-Piutanglain-lain:
Piutang yang timbul dari transaksi diluar kegiatan usaha normal perusahaan. Piutang dinyatakan sebesar jumlah tagihan dikurangi taksiran jumlah yang dapat ditagih[net realizable value].
Tujuan Pemeriksaan (Audit Objective) Piutang
1.Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang baik atas piutang dan transaksi penjualan, piutang dan penerimaan kas.
2.Untuk memeriksa validity [keabsahan] dana uthenticity [keotentikan] piutang
3.Untuk memeriksa collectability [kemungkinantertagihnya] piutang dan cukup tidaknya perkiraan allowance for bad debts.
4.Untuk memeriksa apakah ada kewajiban bersyarat [contingent liability] yang timbul karena pendiskontoan wesel tagih.
5.Untuk memeriksa apakah penyajiannya di Neraca sudah sesuai dengan PABU.
A.PERMINTAAN.
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu.
Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang tidak menemukan hasil. Permintaan disini digolongkan menjadi beberapa yaitu:
a. Permintaan dilihat dari daya beli konsumen ada 3 yaitu:
• permintaan efektif
permintaan konsumen terhadap barang dan jasa yang disertai dengan daya beli.
• Permintaan Absoulut
Permintaan yang tidak didukung oleh daya beli namun Cuma oleh angan-angan.
• Permintaan Potensial
Permintaan yang akan diwujudkan dengan sejumlah uang yang dimiliki. Sebagai contoh seorang ibu yang hanya mempunyai uang 15.000. dia ingin membelikan baju bagi anaknya yang berumur 6 tahun jadi ibu itu mencari baju yang seharga sesuai dengan uang yang dia miliki.
b. Permintaan dari segi pendapatan.
• Permintaan konsumen adalah permintaan seluruh anggota masyarakat akan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup.contohnya adalah membeli makanan.
• Permintaan Pengusaha adalah permintaan akan faktor-faktor produksi untuk membuat barang atau jasa. Contohnya suatu perusahaan roti membeli tepung untuk membuat roti.
• Permintaan Pemerintah adalah permintaan oleh pemerintah untuk pengeluaran belanja pemerintah.
• Permintaan luar negeri adalah permintaan barang dan jasa yang datang dari luar negeri contohnya adalah barang-barang ekspor.
c. Permintaan dilihat dari jumlah pemintanya.
Permintaan Individu adalah permintaan yang datang dari seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Permintaan individu ditentukan oleh hal-hal berikut :
• Harga Harga merupakan faktor utama yang mempengaruhi seseorang dalam membeli suatu
produk.jika harga produk itu semangkin meningkat maka konsumen tersebut akan berusaha mengurangi pembelian produk.
• Pendapatan
Jika pendapatan meningkat biasanya permintaan juga meningkat, tapi jika seseorang mempunyai pendapatan yang menurun atau bahkan dikeluarkan dari pekerjaan dan tidak mempunyai pendapatan maka kita akan mengurangi permintaan kita.
• Jika barang lain yang berkaitan.
Jika barang lain yang berkaitan mengalami penurunan maka orang akan memilih barang tersebut daripada barang ayang akan dibeli. Sebagai contoh harga the mengalami penurunan maka orang akan memilih membeli the daripada membeli kopi yang biasa diminum.
• Selera
Jika seorang siswa menyukai pentol goreng, maka dia akan membeli pentol goreng dalam porsi yang cukup banyak daripada membeli manisan.
• Ekspetasi
Ekspetasi sangat berpengaruh pada niat seseorang untuk membeli suatu barang atau jasa sebagai contoh adalah jika anda memperkirakan bahwa harga suatu baju akan mengalami diskon besar-besaran pada akhir tahun maka anda tidak berminat untuk membeli baju sekarang.
d. Permintaan Pasar adalah permintaan yang dimiliki oleh masyarakat dalam waktu yang sama
A.HUKUM PERMINTAAN
Hukum permintaan menyatakan bahwa:
“ makin rendah harga suatu barang maka semangkin banyak permintaan tersebut. Sebaliknya, makin tinggi harga suatu barang maka makin sedikit permintaan terhadap barang tersebut.”
hukum itu berlaku bila keadaan lain cateris paribus atau tidak berubah.
Hukum permintaan berlaku apabila faktor-faktor lain selain harga adalah cateris paribus (tetap tidak berubah). Adapun factor-faktor lain yang membentuk keadaan ceteris paribus terutama adalah: • tingkat penghasilan para konsumen • Jumlah konsumen dipasar • Selera atau preferensi konsumen • Harga barang-barang lain yang berkaitan • Kegunaan barang • Motif pembelian tidak didasarkan atas prestise/harga diri.
Jadi hukum permintaan berlakunya tidak mutlak seperti dalam ilmu fisika melainkan hanya merupakan tendens saja yaitu suatu kecendrungan yang hendak berjalan terus namun belum dapat dipastikan kebenarannya.
C. PERUBAHAN PERMINTAAN . Permintaan seseorang atau suatu masyarakat kepada sesuatu barang ditentukan oleh banyak factor. Di antara factor –faktor tersebut yang terpenting dalam perubahan permintaan adalah: a. Harga barang itu sendiri Jika barang tersebut mengalami kenaikan harga yang lebih dari setengah harga yang semula maka konsumen akan melakukan pemikiran ulang untuk mengkonsumsi barang tersebut.
b. Harga barang yang berkaitan Kaitan suatu barang tertentu dengan barang lainnya bias secara substitusi atau komplomen. Contoh : Jika Pilot dapat digantikan dengan standler , maka bila harga pilot mengalami kenaikan maka konsumen akan lebih memilih bolpoint standler yang mempunyai harga tetap dan lebih murah.
c. Perubahan Selera Perubahan selera sangat mempengaruhi terhadap keinginan konsumen untuk membeli suatu barang. Pada tahun 1960-1n orang sangat jarang bahkan dikatakan tidak ada yang memakai mobil buatan jepang. Tetapi pada tahun 1970-an suasananya sudah berubah banyak sekali orang yang menggunakan mobil buatan Jepang karena selera mereka telah berubah
d. Pendapatan Semangkin menurun pendapatan seseorang maka semangkin sedikit jumlah permintaan. Sebagai contoh ketika pendapatan seorang konsumen naik dan harga suatu barang tetap maka konsumen akan membeli barang dengan stok jumlah yang semangkin banyak dari bisanya.
e. Jumlah Penduduk pertumbuhan penduduk Jumlah pertumbuhan penduduk tidak dengan sendirinya menyebabkan pertambahan permintaan. Tetapi biasanya pertambahan penduduk diikuti oleh perkembangan dalam kesempatan kerja. Dengan demikian lebih banyak orang yang menerima pendapatan dan ini menambah daya beli dalam masyarakat. Pertambahan daya beli ini menambah permintaan.
D.PENAWARAN. Penawaran adalah sejumlah barang yang ditawarkan untuk dijual pada berbagai tingkat harga dalam suatu pasar pada waktu tertentu.
Dalam melakukan penawaran, penawaran dapat digolongkan menjadi dua yaitu • Penawaran Individu Penawaran Individu adalah penawaran yang dimiliki oleh seorang Penguasa • Penawaran besar/Kolektif Penawaran yang terdapat pada pasar
E. HUKUM PENAWARAN Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa:
“ makin tinggi harga sesuatu barang, semakin banyak pula jumlah barang tersebut akan ditawarakan oleh para penjual. Sebaliknya makin rendah harga barang maka akan semangkin sedikit jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual.”
Hukum penawaran berlaku apabila factor-faktor lain selain harga adalah cateris paribus. Adapun factor yang lain yang membentuk cateris paribus adalah: • Tekhnologi yang digunakan adalah tetap. • Penjual tidak memerlukan harga tunai. • Penjual tidak akan kuatir jika suatu saat harga barang akan turun. • Jumlah pedagang dan produsen tetap.
F. PERUBAHAN PENAWARAN Keinginan penjual untuk menawarkan barangnya pada berbagai tingkat harga yang ditentukan oleh berbagai faktor yaitu: a. Tekhnologi Produksi Tekhnologi yang digunakan dalam produksi semula dimaksudkan agar terjadi efisiensi dalam produksi. Artinya semangkin modern tekhnologi yang digunakan baik kualitas maupun kuantitas produksi semangkin meningkat dengan biaya produksi yang semangkin ditekan.
b. Harapan masa yang akan datang Ketika produsen mempunyai pikiran bahwa barang yang diproduksinya mulai langka maka tindakan produsen adalah menimbun barang tersebut sampai pada suatu saat akan mendapatkan laba yang besar. Sebagai contoh penjual minyak yang mulai merasa bahwa minyak merupakan hal yang langka jadi banyak penjual yang menimbun minyak dan menjualnya dengan harga yang mahal karena kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak. Tapi perbuatan seperti ini dilarang karena sama dengan penimbunan barang yang nantinya dapat merugikan masyarakat sekitar.
c. Harga-harga faktor produksi Biaya produksi menentukan harga pokok suatu barang, dengan demikian jika biaya produksi berubah maka produsen akan mengurangi jumlah penawaran. Tapi jika biaya produksi semangkin rendah maka banyak sekali jumlah barang dan jasa yang akan ditawarkan oleh para penjual.