Lana Soelistianingsih, Kepala Ekonom PT Samuel Sekuritas Indonesia, mengatakan beberapa isu hari ini yang berpotensi membuat rupiah melemah antara lain adanya pembayaran pokok dan bunga utang pemerintah yang biasanya jatuh tempo pada setiap triwulan.
»Posisi ini sebenarnya masih cukup untuk membiayai enam bulan impor, tetapi mengurangi keyakinan terhadap daya dukung rupiah,” kata Lana dalam analisis hariannya.
Jumat akhir pekan lalu, rupiah kembali ditutup melemah 24 poin (0,26 persen) ke 9.405 per dolar AS. Banyaknya sentimen negatif dari faktor eksternal membuat rupiah Jumat lalu ditransaksikan pada 9.390 hingga 9.414 per dolar AS. Rupiah sebenarnya sempat menguat hingga ke level 9.367 per dolar AS, tapi akhirnya rupiah kembali berada di atas level 9.400 per dolar AS.
Lana menambahkan, cadangan devisa berkurang US$ 5 miliar. Posisi cadangan devisa Indonesia pada Juni 2012 turun US$ 5 miliar menjadi US$ 106,5 miliar dari Mei lalu sebesar US$ 111,5 miliar.
»Penurunan ini akibat intervensi Bank Indonesia menahan pelemahan rupiah selama bulan Juni karena penjualan aset rupiah oleh investor asing,” ujar dia.
Selain itu, menurut Lana, ditambah dengan berlanjutnya defisit pada neraca perdagangan pada Juni sehingga kemungkinan impor masih naik. Namun penerimaan ekspor melemah karena harga komoditas masih dalam tren turun pada Juni tersebut.
GRACE S GANDHI
sumber : TEMPO.CO 09/07/2012
http://id.berita.yahoo.com/rupiah-hari-ini-berpotensi-melemah-044602955--finance.html;_ylt=AgxaRTApizndCFfr_7X.8Av5h9l_;_ylu=X3oDMTQ3bjdsYjc4BG1pdANUb3BTdG9yeSBCaXNuaXNTRiBLZXVhbmdhblNTRgRwa2cDOWZiZDg3ZjQtNWI1ZC0zMWUyLWEzMTgtNTU1ZGZkNzUzY2UzBHBvcwM2BHNlYwN0b3Bfc3RvcnkEdmVyA2U1YmJiMDAxLWM5OGQtMTFlMS05ZTU2LTUwMjY2MTdkYWNlNg--;_ylg=X3oDMTF0dWw5OXU4BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDBHBzdGNhdANiaXNuaXN8a2V1YW5nYW4EcHQDc2VjdGlvbnM-;_ylv=3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar